Indonesia Butuh 250 Ribu AI Specialist untuk 5 Tahun ke Depan!

Tanpa batas, Indonesia diperkirakan membutuhkan hingga 250.000 spesialis AI selama lima tahun ke depan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Nizam, dalam pembukaan Konsorsium Riset Artificial Intelligence.

Selain acara kick-off ini, Nizam juga berbicara tentang perkembangan kecerdasan buatan

di Indonesia. Bagaimana AI bisa berkembang pesat di Indonesia?

Untuk berkembang, Indonesia tidak dapat mengandalkan dunia industri saja, diperlukan kerjasama dengan mitra strategis. Selain industri, pemerintah dan pendidikan perlu turun tangan untuk mendukung perkembangan AI di Indonesia.

Oleh karena itu, konsorsium penelitian kecerdasan buatan ini dibuat untuk mencapai tujuan tersebut. Jika konsorsium terbentuk, Indonesia bisa menyiapkan talenta AI yang berkarakter dan berdaya saing global.

Nantinya, para ahli AI ini dapat memenuhi kebutuhan di berbagai bidang

seperti kesehatan, nutrisi, keamanan, dan industri lainnya. Selain itu, penerimaan AI di kota pintar dan sektor lainnya juga sangat tinggi, sehingga permintaannya juga meningkat.

Semua ini tentunya sejalan dengan tujuan masuk dalam 10 besar

ekonomi global tahun 2020 seperti yang tertuang dalam Indonesia Making 4.0. Indonesia Making 4.0 sendiri bertujuan untuk mempersiapkan Indonesia memasuki revolusi industri 4.0.

Lihat Juga :

https://mozillalinks.org/
https://jurubicara.id/
https://memphisthemusical.com/
https://minglebox.com/
https://jadwalxxi.id/
https://desamembangun.id/
https://kanreg12bkn.id/
https://ejurnalbalaibahasa.id/
https://ppdb-batam.id/
https://balaibahasajateng.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published.